Sekilas Pandang
Marilah kita melihat bersama dan mensyukuri bimbingan kasih Tuhan dari sejak lahirnya KKIS hingga kini:
Pada mulanya ada beberapa ibu yang haus akan beribadah dalam bahasa Indonesia secara katolik. Salah satu dari mereka adalah ibu Margaretha Loh, bukan saja sebagai pendiri KKIS bahkan sampai sekarangpun beliau masih menjadi motor penggerak bagi golongan Muda, terutama dalam bidang Konsumsi dan Rekreasi.
Maka dalam penyelenggaraan Ilahi kami mengarungi bahtera kehidupan ini bersama Romo Alfred Chan yang pada waktu itu, tahun 1985 menjabat sebagai Romo Paroki di gereja Holy Family. Misa yang diadakan sebulan sekali ini dihadiri oleh 60-80 orang terdiri dari keluarga-keluarga, PLRT bahkan beberapa pelaut.
Sungai sukacita kami bagikan di dalam pelayanan yang makin meluas: Bible Sharing, Persekutuan doa bersama, kunjungan orang sakit, pengiriman buku Renungan Harian kepada PLRT yang tidak mempunyai kesempatan untuk keluar beribadah, demikian juga berkumpulnya kaum muda untuk pendalaman iman dan olah raga serta lain-lainnya.
Pada tahun 1996, moderator kami, Romo Alfred Chan, mendapat tugas sebagai dosen di Seminari Agung Singapura, St. Francis Xavier, Ponggol. Oleh karena itu, KKIS mulai menghadapi masalah tempat untuk mengadakan misa Indonesia.
”Allah kuasa melakukan segala perkara!” karena pada akhirnya KKIS mendapatkan tempat untuk misa di Gereja St. Bernadette, di mana kebanyakan ”tokoh” kami memang sudah menjadi warga yang berpartisipasi aktif. KKIS diterima dengan tangan terbuka oleh Pastor Paroki Fr. Joseph Tan, Pastor yang kami kenal dengan akrab dari kegiatan M.E.(Marriage Encounter) beberapa tahun sebelumnya. Lewat beliau dan atas kemurahan hati Bapak Uskup Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD dari Pangkal Pinang, dapat diadakan Misa dua kali sebulan, karena kami dibantu oleh seorang pastor dari Batam untuk misa yang kedua ini.
Jadwal Misa KKIS secara resmi dicantumkan dalam ”Catholic Directory and Ordo of Singapore” oleh pastor kepala paroki yang menggantikan Fr. Joseph Tan, yaitu Fr. Patrick Goh.
Dengan didirikannya Parish Centre sejak akhir tahun 1999, semakin banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama oleh beberapa kelompok, terutama oleh kaum muda yang mulai berdatangan dari Indonesia sejak pertengahan tahun 1998. Sejak saat itu, mulailah terbentuk Legio Maria, Paduan Suara, Persekutuan Doa, aktivitas Olah-Raga, dan sebagainya.
Dengan adanya paduan suara yang membuat Perayaan Ekaristi semakin meriah, hidup berkomunitas terasa semakin berarti. Paduan suara menjadi paduan hati.
Sejak milenium ketiga ini, puluhan warga muda menemukan pasangan hidup mereka di dalam wadah KKIS. Bahkan, kami boleh menyaksikan pasangan-pasangan yang mulai mengembangkan rumah tangga dan pada saat ini sudah banyak pasangan muda yang mentaati perintah Allah sesuai Kitab Keluaran 1:28 ”Be fertile and multiply.”
Berkat Tuhan tak habis-habisnya dengan tibanya Pastor Eugene Chong sebagai pastor kepala paroki Gereja St. Bernadette. Kita mendapat banyak fasilitas, antara lain memakai ruangan-ruangan dan semua peralatan yang ada. Beliau sangat mendukung setiap kegiatan KKIS. Dengan adanya Parish Hall yang cukup besar (sampai 200 orang) memungkinkan kami untuk mengadakan retret secara teratur.
Rahmat Tuhan terus mengalir dengan kedatangan Pastor William Langenhuijsen, SS.CC di bulan Mei 2003 dan dengan semangat pelayanannya sebagai seorang imam – dalam bahasa Indonesia - pelayanan di KKIS diperbanyak. Penerimaan Sakramen makin lancar, baik bagi yang sakit maupun bagi yang rindu dibaptis atau masuk ke pernikahan Kudus, bimbingan dan penyuluhanpun terlaksana menurut kebutuhan masing-masing.
Dalam tahun yang sama tercetuslah kerinduan di kalangan umat KKIS di sebelah Barat untuk merayakan Ekaristi dalam bahasa Indonesia. Tuhan telah menyiapkan Friar John Wong, OFM dari Malaysia yang pernah menjalani karya Pastoral di Indonesia dan mencintai kepulauan Nusa Tenggara, siap untuk menjadi selebran Misa sebulan sekali pada Minggu ketiga di Gereja St. Mary of the Angels. – SMOTA – Bukit Batok.
Beberapa tahun kemudian, sekelompok umat di bagian Timur menyatakan keberanian mereka untuk mengadakan Misa Kudus berbahasa Indonesia. Berkat rahmat Tuhan dan dengan dukungan dari pastor kepala di paroki ini terselenggaralah Misa pada Minggu pertama setiap bulan di Gereja Our Lady of Perpetual Succour – OLPS – Siglap Hill yang dipersembahkan oleh beliau, Pastor Gregoire van Giang, MEP yang berbakat multi bahasa.
Tak mau ketinggalan, umat Indonesia di Gereja Blessed Sacrament memohon kepada Romo-romo mereka (yang kebetulan ada dua romo Indonesia), yaitu Romo Suyono, SS.CC dan Romo Remi Liando, SS.CC untuk bersedia mengadakan Misa berbahasa Indonesia pada Minggu kelima. Sesuai dengan arahan Kepala Paroki di sana, sejak tahun lalu Romo Remi telah memimpin misa dan menjadi pembimbing rohani. Puji Tuhan!
Segala kegiatan dilakukan dalam bahasa Indonesia, namun KKIS tetap selalu menghimbau umatnya untuk berintegrasi dengan paroki di wilayah tempat tinggal masing-masing. Maka, tidak mengherankan bahwa di antara dewan paroki, prodiakon komuni, katekis, pemazmur, dirigen, dan anggota panduan suara di Misa Bahasa Inggris sebagian adalah pendatang dari Indonesia.
Pada tahun 2009, Monique Natahusada, Pengurus Humas KKIS, turut terlibat dalam peringatan Jubilee Emas Gereja St. Bernadette sebagai Produser/Sutradara Drama Musikal ”Song of Bernadette”. Pada drama tersebut, Monique dibantu oleh beberapa anggota KKIS yang berpengalaman sebagai pemain ataupun penyanyi di Drama Musikal KKIS lima tahun sebelumnya, ”Perhaps Love”, dengan Produser/Sutradara yang sama.
Salah satu bentuk hubungan KKIS yang ekumenis adalah berpartisipasi dalam perayaan Natal bersama. KKIS juga mempunyai hubungan yang cukup baik dengan KBRI Singapura dan komisi migran di Keuskupan Agung Singapura (ACMI) dalam menangani masalah yang dialami oleh pendatang dari Indonesia.
Walaupun ada banyak hal yang telah tercapai, kami menyadari masih banyak umat Indonesia yang belum mengetahui keberadaan KKIS, bila memerlukan pelayanan kami.
Bpk. Uskup Agung Singapura, Msgr Nicholas Chia,DD selalu menghimbau KKIS untuk merangkul semua umat Katolik Indonesia di Singapura ini.
Marilah kita tetap berdoa agar tercapailah motto KKIS yang terinspirasi dari Injil Yoh.17:21
” UT UNUM NOS ”
- Semoga kita menjadi satu -
-JH, AMK, MN-