|
 |
|
 |
Dengan
rahmat Tuhan dan keterbukaan, maka KKIS telah tumbuh selama kurang lebih
20 tahun, sejak tahun 1985 hingga kini. KKIS ibaratnya merupakan beberapa
benih yang kini telah menjadi pohon rindang dan berbuah, yang diawali
dari kerinduan dan doa Bapak Henry Chow (†) dan beberapa ibu untuk
beribadah secara katolik dalam bahasa Indonesia, hingga terbentuknya wadah
yang kini telah melingkupi mudika / dewasa muda, orang tua yang sebagian
telah menjadi kakek-nenek, dan juga kaum migran yang melayani di rumah
tangga, serta para pelaut.
Menurut sensus terakhir yang diadakan pada tahun 2004 keanggotaan KKIS
telah mencapai 700 anggota lebih.
Tidak sedikit orang yang berpengaruh dalam pertumbuhan
keluarga besar kami ini. Yang mendukung terselenggaranya perayaan ekaristi
pertama dalam bulan Pebruari 1985 adalah Sr. Gerard Fernandez RGS yang
mencarikan seorang pastor berbahasa Indonesia. Father Alfred Chan dengan
latar belakang bahasa peranakan dan talenta menguasai bermacam bahasa,
bersedia untuk belajar bahasa Indonesia. Father Chan mulai berkomitmen
untuk mengadakan misa kudus sebulan sekali di Gereja Holy Family dimana
beliau menjabat sebagai kepala paroki.
Secara teratur sebelas bulan berlalu, maka dalam
bulan Pebruari tahun berikutnya HUT I KKIS dirayakan di ruangan Taman
Kanak Kanak di gereja itu.
Kerinduan akan pendalaman iman
makin besar, maka lahirlah “Bible Sharing” atas prakarsa enam
orang ibu yang secara bergiliran menyediakan rumah mereka. Beberapa bulan
kemudian Father Alfred Chan ikut memimpin pendalaman alkitab di paroki
Holy Family sebulan sekali. Dalam tahun berikutnya, kelompok ini menjadi
persekutuan doa atas bimbingan beberapa hamba Tuhan dari Jakarta. Makin
banyak ibu-ibu yang bergabung, maka setelah beberapa tahun kemudian Persekutuan
Doa dilaksanakan di ruangan umum di kawasan gereja.
Dengan mengikuti jejak Kristus
dalam kasihNya secara teratur dalam perayaan ekaristi, sambil menghayati
firman secara aktif, beberapa anggota baru menyatakan keinginannya untuk
dibaptis. Mulailah diadakan pelajaran persiapan bagi mereka yang mencari
iman dan mengharapkan kehidupan kekal, Pada bulan Mei 1985 KKIS mengadakan
pembaptisan untuk pertama kalinyadan kemudian setiap tahun ada pembaptisan
baru. Sejak tahun 2000, materi untuk persiapan baptis ini sudah disesuaikan
dengan menggunakan materi RCIA gereja katolik di Singapore.
Ketika KKIS berusia genap 10 tahun kami sempat memeriahkan
HUT itu dengan Perayaan Ekaristi di Hotel Peninsula. Father Chan didampingi
oleh beberapa pastor tamu. Diantara para hadirin juga ada pimpinan dari
beberapa gereja berbahasa Indonesia dari denominasi lain. Sungai sukacita
yang penuh kasih mengalir pada saat itu.
Selama 10 tahun berikutnya, KKIS mulai makin tumbuh dalam jumlah dan pelayanannya
karena pada dasarnya telah dibiarkan mandiri asalkan tetap berpanut pada
asas ajaran gereja katolik. Pada September 1994 pastor pembimbing mulai
menjabat sebagai dosen di Seminari Agung St. Francis Xavier.
Bakal dibawa kemana kelompok kami ?
Bukankah hanya merupakan kelompok di gereja Holy Family
seperti kelompok lainnya?
Kami serahkan kelangsungan hidup kami kepada Tuhan yang telah memulai
kelompok kami, dan percaya kepada Dia untuk bertindak (Mazmur 37:4).
Dengan adanya beberapa anggota pengurus yang memang sudah aktif di gereja
St. Bernadette, dan juga memang gereja ini adalalh paroki asalnya Pastor
Moderator kami, maka pusat kegiatan rohani KKIS dipindahkan ke Gereja
St. Bernadette dengan izin Father Joseph Tan yang menjabat sebagai pastor
paroki disitu, Beliau pula telah memberi ijin untuk mengadakan misa kudus
dua kali dalam sebulan. Misa tambahan dimungkinkan atas kemurahan hati
Bapa Uskup Mgr. Hilarius N. Moa dari Riau yang mengirimkan pastor dari
Batam sebulan sekali. Tuhan selalu membuka jalan bagi orang yang mengandalkanNya
dan setiap petugasnya. Oleh Father Patrick Goh penjabat pastor paroki
berikutnya, jadwal misa KKIS secara resmi dicantumkan dalam “Catholic
Directory and Ordo of Singapore” di bawah jadwal misa gereja St.
Bernadette.
Dengan kedatangan banyak orang
Indonesia terutama dewasa muda dalam pertengahan tahun 1998, maka aktivitas
kaum muda berlipat ganda dalam tahun-tahun berikutnya antara lain mulai
didirikan kelompok paduan suara, Legio Mariae, kelompok aktivitas olahraga.
Dengan adanya paduan suara yang bisa diandalkan maka perayaan ekaristi
semakin meriah. Paduan Suara semakin berkembang dengan pesat dibawah bimbingan
Ibu Evy Guntur dengan kharismanya sebagai dirigen,dan keahliannya memimpin.
Paduan Suara ini dilanjutkan oleh Alex, alias Bang Darman yang malahan
memimpin koor gabungan gereja St. Bernadette pada hari raya liturgi yang
khusus.
Buahnya? Dari paduan suara berkembang menjadi paduan hati. Diantara tahun
2000 sampai 2003 belasan orang muda yang menemukan pasangan hidupnya di
wadah KKIS, maka dalam dua tahun terakhir ini telah lahir 15 bayi, termasuk
sepasang bayi kembar.
Dengan terbangun Parish Centre sejak akhir 1999, banyak akivitas bisa
dilakukan sekaligus oleh beberapa kelompok.
Bila kelompok berkumpul secara teratur, maka timbul bermacam tradisi seperti
doa rosario bergilir dalam bulan Mei dan Oktober, jalan salib melintasi
beberapa gereja, rekreasi keluarga, juga food fair yang hasilnya dibagikan
kepada mereka yang sangat membutuhkan di tanah air dan beberapa yayasan
di Singapore. Tradisi retret tahunan juga muncul di kalangan mudika disamping
rekreasi sosial secara teratur. Juga di Legio Mariae terbentuklah presidium
kedua. Beberapa bulan sebelum September 2001, mereka yang merasa bisa
lebih berkembang dalam iman melalui Pujian dan Penyembahan merintis berdirinya
persekutuan doa Efata dibawah bimbingan Ingrid-Tay. Kelompok inipun mendapat
tempat di wadah besar KKIS setiap sore hari Sabtu pertama.
Bila pada tahun-tahun sebelumnya,
kunjungan orang sakit dan doa-doa untuk/ bersama orang yang berduka dilakukan
oleh awam dengan mencari-car pastor yang berbahasa Indonesia. Sungguh
KKIS di berkati dengan kedatangan pastor William Langenhuijsen, SS.CC,
beliau misionaris yang bertugas dei Indonesia hamper 40 tahun di bulam
Mei 2003. Dengan semangat pelayanannya beliau selalu berssedia untuk membawakan
komuni, sakramen pengurapan orang sakit, konsultasi dsb. Berkat adanya
seorang pastor yang aktif dikalangan kami, maka kesempatan untuk merayakan
misa dan sakramen tobat jauh lebih berjalan.
Rahmat Tuhan terus mengalir.
Kira-kira pada saat yang sama kerinduan
di kalangan umat KKIS di daerah Barat - di sekitar Bukit Batok –
untuk komitmen mengadakan misa dalam bahasa Indonesia makin nyata. Dengan
kesedian Frair John Wong,OFM yang berbahasa Indonesia cukup lancar, maka
terwujudlah misa di Gereja St. Mary of The Angels pada hari Minggu ketiga.
Dengan meningkatnya usia KKIS,
suatu kelompok yang memerlukan perhatian adalah Golongan Lanjut Usia (
GLAMUR ) yang selalu menunggu kunjungan. Alangkah gembiranya juga mereka
ketika beberapa kali dikumpulkan untk bernyanyi dan berjoget bersama dilanjutkan
dengan makan bersama.
Yang masih sangat perlu diraih adalah mereka yang datang merantau untuk
membantu di rumah tangga. Hanya segelintir diantara mereka yang katolik
yang mendapat ijin menghadirin misa kudus.
Dimanakah ratusan lainnya?
Mungkinkah KKIS dalam dekade ketiga mulai mengusahakan peningkatan nasib
adik-adik kita ini secara nyata?
Kami juga sangat bersyukur kepada
Tuhan yang Mahapengasih atas dukungan pastor-pastor di Gereja St. Bernadette
ini: Father Eugene Chong maupun Father Joachim Chang telah menerima KKIS
sebagai bagian
HIDUP KKIS !
Pada intinya kita sadari bahwa
dalam usaha bersama mengikuti jejak Kristus, makin banyak individu maupun
kelomppok yang perlu digandeng untuk menghayati kasih-Nya. Perlu diingat
bahwa undangan Dia yang kita ikuti tetap berdengung sama dari 2000 tahunyang
lalu sampai sekarang:
” Kalau Aku sebagai Tuhan dan GuruMu membasuh kakimu, kalian wajib
juga saling membasuh kaki ......... bahagialah kalian jika melakukannya.
” (Yoh 13:14-17).
HIDUPLAH KRISTUS DI KKIS !!!
DAFTAR
KEPENGURUSAN KKIS 2008 - 2009
| Jabatan
/ Posisi |
Nama
Pengurus |
| 1. Moderator |
Pastor Alfred Chan |
| |
Pastor William Langenhuijsen, SS. CC. |
| 2. Ketua Umum |
Agus Handojo |
| 3. Wakil Ketua Umum |
Vinsensius B. Vega |
| 4. Ketua I (Rohani & Liturgi) |
Anna M. Kwee |
| |
Charles Gunawan |
| 5. Ketua II (Sosial & Rekreasi) |
Santi Sungkono |
| |
Margaretha Loh |
6. Ketua III (Humas, Publikasi &
Komunikasi) |
Budi Susanto |
| |
S. Waryanto |
| 7. Sekretaris I |
Mita Lestari |
| 8. Sekretaris II |
Clarissa Pukiat |
| 9. Bendahara I |
Christophorus Natahusada |
| 10. Bendahara II |
Grace Noviana |
|
|